Menulis adalah caraku mengabadikan pengalaman agar tak lupa dari ingatan. Ini adalah rumah mayanya D dimana D nyaman memperlihatkan isinya. Blog ini berisikan tentang kehidupan D. Mix and fun. Macam-macam. Pemikiran saya. Kejadian sehari-hari. Review film, buku, tempat. A box of chocolate.

Saturday 27 October 2012

Battle Royale (a very late review)

"Why we all here? What i'm doing this?" 
(said a girl to Shuya Nanahara when she is dying because hit by arrow

Semenjak awal Hunger Games booming, gue udah mengendus gelombang protes dari fangirl negeri Sakura terkait ceritanya yang (katanya) plagiat dari Battle Royale. 

Awww, sebagai salah satu fans dari Hunger Games gue pengen ngebuktiin dong, seberapa jauh ceritanya mirip sampe dicap "plagiat" ? Karena tuduhan itu berat loh... menyangkut karya cipta dan kreativitas seseorang. Jadi walaupun sebel karena tuduhan plagiat itu terasa sangat ababil, gue masih pengen ngebuktiin.

(review Hunger Games movie nya sendiri pernah gue ulas disini)

Dan 2 minggu lalu gue baru sempet minjem sama @tikamitsu88 dengan penuh ancaman, jangan sampai cd nya rusak soalnya ada ayang FujiTatsu dia disitu =)) 

Dan i'm begin to watched the creepy story....and here is late-review after the movie begin in year 2000



#1 What can i say? plot n cara permainan sadisnya emang bener2 mirip! walaupun Ms. Collins mengklaim bahwa Hunger Games ini bukan plagiat or even terinspirasi. Tapi faktanya Battle Royale lah yang lebih dulu ada. Novel nya oleh Koushun Takami pada tahun 1999, dan filmnya disutradarai Kinki Fukasaku setahun kemudian.

#2 and BR is more creepy than hunger games *shivering*. Gila, tahun 1999 udah bisa bikin cerita se-creepy ini. Lebih creepy karena orang-orang yang terlibat kedalam permainan saling bunuh ini adalah teman satu angkatan dan satu kelas. Kebayang dong, loe ngeliat sobat deket loe mati terpenggal di hadapan loe sendiri? Atau loe musti bertarung hidup-mati dengan kecengan loe selama ini?

#3 dan selalu kagum dengan 'visioner' nya pengarang novel. Background cerita ini di tahun 90-an akhir dimana Jepang memang sedang mengalami krisis ekonomi. Dan Takami-san membayangkan 'what if' Jepang gak bisa keluar dari krisis dan sampai harus membuat Battle Royale Act? #creepy yet briliant. 

#4 kalung! kalung GPS-penjejak terpasang di leher yang bisa meledak jika terjadi hal di luar aturan kayanya pernah juga ada di filmnya Chow Yun Fat deh.. cuman bedanya di film Chow Yun Fat "terpaksa" harus bersama-sama dengan cewek yang juga dipasangin itu kalung deh, jadi jatohnya film romantis.
(Chow Yun Fat? gak tau siapa dia? googling deh... and yes, jauh sebelom tuan Sakurai Sho jadi bias saya, barisan pria sipit yang saya idolakan emang modelnya chow yun fat, donnie yen dan lain2 wkwkwkwkwk) 

#5 Aturan bermainnya : pemenang hanya 1 orang setelah menghabisi semua peserta, dibekali dengan senjata pilihan, arena permainan di hutan pulau, Orang2 yang bekerja di Battle Royale Act sangat gembira menyambut permainan, pemberitahuan siapa dan berapa orang yang meninggal setiap beberapa jam sekali, area-area berbahaya. 
No need to talk, hunger games is so battle-royal-ish. 
#6 Battle Royale II, adegan penyerbuan pantai nya MIRIP SEMIRIPNYA sama Saving Private Ryan. Gak mungkin salah gue, orang gue nonton berulang-ulang itu film SPR. And again, duluan BR II dibanding Saving Private~ dududududu, gak mao comment. Gue suka banget SPR. 

Dan bukan cuma adegan di pantai, full-set bentengnya pun MIRIP sama SPR. 

#7 BR II gak terlalu creepy, karena lebih banyak pesan moral yang, IMHO, agak terlalu dipaksakan untuk menjadi sebuah cerita battle royale-ish, terlebih, mengingat BR I. But never mind, gue nangkep kok inti pesan moralnya. Dan emang keren banget. 

Sutradaranya nyadar banget kalau perang itu gak ada gunanya. Cuma menimbulkan rasa sakit aja di seluruh dunia yang mengalami perang.
(kerasa banget soul BR nya gak ada, karena BR dibuat untuk BR I aja. Sedangkan ini hanya lanjutan dari sutradaranya)

Why we doing all fight to this war?
the thing people fear most, its not death. Its being forgotten. We will here, we all wanted someone to know. 
-Battle Royale II 
#8 Gak terlalu creepynya BR II juga karena ini film perang. Gue udah biasa gitu liat darah serta tubuh berhamburan kena ranjau. Film2 sejenis Saving Private Ryan dan sebangsanya kuat di model adegan ini. Dan yes, me n my brother penggemar film perang.


~~

Garis besar cerita BR sendiri adalah terbentuknya suatu undang-undang di kala Jepang dihantam krisis. Pemerintah merasa harus mengurangi warga negara yang 'tidak punya masa depan'. dan kelas anak-anak berandalan lah yang jadi sasarannya. Anak-anak berandalan dianggap hanya akan menjadi beban Jepang saja. jadi dibuat permainan sedemikian rupa agar mereka saling bunuh dan pemerintah bebas dari beban untuk membunuh anak-anak tersebut. Dibintangi oleh FujiTatsu sebagai role player Shuya Nanahara, Aki Maeda as Noriko, Kou Shibasaki, Chiaki Kurayama dan lain-lain. Disini semua artisnya totalitas banget berperan 'dari kawan jadi lawan". Dan semua darah serta peralatan membunuh tersebut. ><

Sangat humanis.

Dan gue sendiri setuju dengan pendapat @tikamitsu88 yang nyeletuk "mungkin di sini sebabnya Chiaki jadi ditarik maen Kill Bill" (setelah sedikit googling, eh ternyata emang Quentin Tarantino himself mengklaim bahwa Battle Royale masuk ke dalam 50 film favoritnya. No wonder dia narik Chiaki buat maen di Kill Bill)

left : Chiaki as Chigusa in Battle Royale ; right : Chiaki as Gogo in Kill Bill vol.1

Yess!! ekpresi sadis Chiaki karena terpaksa mempertahankan dirinya itu gak nahan. Di Kill Bill, ekpresi sakit jiwanya poll.

Battle Royale II kembali menceritakan tentang Nanahara. Sakit hati kepada seluruh orang dewasa karena dianggap hanya mau bersenang-senang dan membunuh semua anak muda yang orang dewasa anggap tak berguna. Nanahara selamat dan membentuk pasukan teroris serta merekrut peserta Battle Royale yang selamat tiap tahun. Pasukannya bernama Wild Seven.
Tanpa sadar, dia telah membentuk evil circlenya sendiri. Setiap tindakan teroris yang mereka lakukan menyebabkan kehilangan bagi keluarga lainnya. 

Sampai akhirnya Wild Seven harus berhadapan dengan peserta Battle Royale II. Saling tembak dan bunuh. Akhirnya Battle Royale dan Wild Seven bekerja sama melawan pemerintah. Menang? tentu tidak. Apalah artinya mereka dibanding kebijakan pemerintah yang menganut prinsip "mengorbankan segelintir untuk jutaan orang lainnya".

Wild Seven serta Battle Royale II yang selamat pun menyingkir. Nanahara pun mendatangi kembali Noriko di Afghanistan dan memutuskan berperang saja di negara yang benar-benar membutuhkan bantuan mereka. 

Even in this country, which has been war in 20 years. The beautiful spring always come back around. 
-Noriko says to Nanahara-kun-

No comments:

Post a Comment

Pages