Menulis adalah caraku mengabadikan pengalaman agar tak lupa dari ingatan. Ini adalah rumah mayanya D dimana D nyaman memperlihatkan isinya. Blog ini berisikan tentang kehidupan D. Mix and fun. Macam-macam. Pemikiran saya. Kejadian sehari-hari. Review film, buku, tempat. A box of chocolate.

Tuesday 18 September 2012

Atashi, kekkon surunda.


Note :  Atashi, kekkon surunda adalah line dari lagu berjudul “Why I Fall In Love With You” yang dipopulerkan oleh kelompok music asal korea, Tohoshinki. Atashi, kekkon surunda (Japanese) kurang lebih artinya : saya, akan segera menikah 

Menikah. 

What its feel like?
Di usiaku yang sekarang sudah menginjak 27 tahun ini. Sudah melihat banyak dan dikelilingi oleh pasangan-pasangan yang menikah. Belum lagi tuntutan orangtua yang menyuruh nikah dari entah abad kapan.
Dan menikah itu memang perintah Allah. Sudah diajarkan semenjak kecil.  Titik. Udah gak ada sanggahan lagi.
But SERIOUSLY. What it feels like? Being a married woman?

Memasak. (walaupun gue gak jago2 amat, tapi tahu laaah bumbu2 dasar. Tinggal learning by doing aja.) Mencuci baju. Membereskan rumah. Menata rumah agar jadi indah. Mendesain interior (aaaakkkk kalau yang ini mauuuu! Kebayang gue bakal bisa beli tirai yang gue pengen. Sofa yang gue pengen. Dan laen-laen.) Tapi ada sesosok ‘stranger’ di sebelah kita. Yes. We love him. Yes, we wanna to be in his side poreper n eper. Tapi giliran dikasih poreper n eper, apa gak jadi awkward? Pasti? Yes? No? belom lagi urusan making love~  ( udah stop gak akan bahas ini lebih lanjut)

Its about intuition? Yeah I know…
Tapi tetep aja…feels curious…

Selama ini kan gue pacaran sama cowok  jenis pacaran yang normal2 aja. Jalan, makan, ngerjain lapsus bareng (ini mah jaman smakbo), hiking bareng, nonton, nganterin pulang, telponan+sms an (belom jaman whatsaap+bbm). Kalaupun ada edisi kiss-kiss nya -light kiss or deep kiss-  tetep aja gue tau bates. Yokatta ne… eh yokatta gak yak XD

Pokoknya selama apapun waktu pacaran gue, ada waktunya pulang. Balik lagi jadi daddy’s little girl di rumah.

Dan begitulah. Selama 27 tahun ini state of life gue kuat banget. Karena di otak gue disetel dan tersimpan impian yang pengen gue capai. Dan alam bawah sadar gue mendoktrin kalau impian gue ini belom tercapai, gak akan tenang buat memasuki fase gue selanjutnya sebagai seorang wanita. Menikah.

Jadi berapa kali pacaran pun gak kebayang bakal kearah sana. Just, ok I like you-lets going out. Just it. 

Hmmm, jadi keingetan pas gue ditinggal married sama H. sampe mewek2 berbulan-bulan. Sampe nyasar ke entahlah waktu itu mall di Jakarta apa gue gak inget (seriously). Sampe muntah2 di toilet mall. Buat apa juga??? Gue gak niat married kan?? Belon kepikiran kan?? Malah harusnya bersyukur bahwa H dapetnya cewek yang seumuran, yang lebih baik dari gue, yang siap married n bisa ngurus H layaknya seorang istri. Hellooooo, gue baru 20 waktu itu.. dan H 29.

Trus waktu kejadian sama D. waktu itu gue yang masuk di antara kehidupan dia sama ceweknya. Apa gue mikirin buat married? Gak kan?? Just, I want u only for me. Egoisnya gueeee….. hahh, untunglah D lebih dewasa dari gue. Pasti. Pasti itu yang keliatan dari gue makanya akhirnya dia milih ceweknya itu.
Jadi….*ngitung2* dengan track record 4x pacaran dan 2 kali friendzone-an.  GUE SAMA SEKALI gak mikir lebih lanjut tentang menikah. Seandainya kepikiran pun, itu karna pengaruh temen2 gue yang udah menikah or tuntutan keluarga.

Dan sabtu kemaren, jalan dengan A. dikenalin sama tante gue. Well, dia mapan, chubby dikit XD, orang bogor asli, , pemahaman agamanya bagus. Obrolan sama dia nyambung as he running business in retail army equipment. Dan yang terpenting, I’m feel good on that Saturday. We laughing at things sometimes. As he ride me up to my friend’s wedding in Sawangan.

And.. I  think I can fall in love with him later. Sejalan dengan berjalannya waktu.  (sayangnya) waktunya sepertinya dipercepat. Keluarga dia maunya cepet. 3 to 6 months.

Well, WHAT ABOUT MY DREAM??? That’s my first panicly-thought. I really on my right track now, I can feel it. And as I say to my friend, actually I am still enjoying my life. Work hard party hard. (walaupun sebenernya harus dipikirn usia ortu yang udah tua, kapan lagi waktunya gue ngebahagiain ortu?) 

To be honest, jaman gue sekolah dan kuliah gue malah bisa ngebolang kesana kesini sama geng gue. Kenapa pas kerja, dan semakin nambah umur peraturan di rumah gue semakin ketat??? Padahal tempat-tempat atau kegiatan asyik yang bisa diikutin makin banyak .

Kalo gue pergi, udah mulai gelap dikit pasti disuruh pulang. Trus kalau mau pergi ditanya sama temen cewek or cowok. Kalau jawab, sama temen cewek pasti tanggepannya “ sama cewek mulu” 

Lahhh? Bukannya normal ya?? Gue cewek dan pergi hangout sama cewek juga. Geng gue juga campur kok, ada yg cewek semua, ada yang cowok juga. Kalau sama cowok doang baru namany pacaran. Lagian harusnya khawatir kan ya kalau gue pergi sama cowok mulu??

Trus jadinya gak boleh sering2 jalan, “pokoknya ibu mah khawatir kalau kamu jalan sama temen cewek mulu. Ntar gk mikirin dan gak dapet jodoh”. O.O  jadi kan gue punya kesimpulan kalau gue punya cowok, jadi gue boleh jalan kemana aja? Gitu? Trus kalau gue di rumah aja kapan gue bisa buka matanya?

Dan begitulah, setiap jalan yang ada berargumen mulu sama ortu. Bikin gue jadi males jalan. Mana satu persatu sahabat gue juga pada married. Kloplah. Gue mulai focus aja sama pencapaian apa yang gue inginkan dalam hidup. Seminar-seminar. Gathering with any community. And making deals with people some times. To working together in the future.

I WANT TO REACH MY DREAM FIRST, FEELS SETTLED IN MY LIFE FIRST THEN GOING MARRIED.

Tapi gue takut kalau gue sekarang melewatkan kesempatan ini. Pada saatnya nanti gue udah settled. Ternyata gue udah ditinggal ‘kereta pernikahan” itu. Noooooo,

So, kesimpulannya udah jelas. Gue harus working hard on this matchmaking. Iya sih dia bilang dia had a feeling on me. Jadi guelah yang harus membuka hati dan jiwa gue buat dia (dan keluarganya)

Dan kemaren, setelah karaoke menggila lagi sama A-team. Puassssss banget. Dan bikin gue langsung kabur nangis mojok di toilet sama Ina. Dunno what exactly I’m crying on. Just releasing emotion maybe? FYI, gue menjalankan hobi fangirlingan selama 3 taun ini, dan makin taun makin asyik. Belom puassssss, masih pengen kumpul2 sama temen. And yes, again, reach my dream.

And the question is knock on my head : Tapi sampai kapaaan? Maybe Ina was right. Gue bisa menunda dulu semua impian gue. Dan bisa menjadi seorang istri, seorang wanita sepenuhnya. Sambil pelan-pelan meminta dan menjelaskan impian gue sama A. apalagi, sebenernya gue udah klik. Jadi ya bisa lebih mudah nerima matchmaking ini. Apalagi kalau ntar ternyata dia malah mendukung impian gue kaan…

And about my fangirl hobby, I can ask a few friends who already married and becoming fanwife earlier. Gimana mereka menyikapinya. Gimana tanggepan suaminya?

Hahhh, I always feel that I treat too much on many thing. Include this. It still 3 days from Saturday. Dan masing-masing pihak masih saling menilai. And my mind just thinking this and that, this and that. Gak nyante. Makanya wajah gue kenceng selalu (pijet2 kepala). Harusnya gue enjoy aja ya setiap proses hidup gue. Am I really visioner? LOL

Still…the question in my mind : WHAT IT FEELS MARRIAGE LIKE?

No comments:

Post a Comment

Pages