Menulis adalah caraku mengabadikan pengalaman agar tak lupa dari ingatan. Ini adalah rumah mayanya D dimana D nyaman memperlihatkan isinya. Blog ini berisikan tentang kehidupan D. Mix and fun. Macam-macam. Pemikiran saya. Kejadian sehari-hari. Review film, buku, tempat. A box of chocolate.

Sunday 17 July 2011

Ramadhan, Harry Potter dan Matilda

Masih terbayang kok, di otak ku.. saat kami kecil. Mungkin saat kami sekolah dasar.
Seperti sudah tradisi. Menjelang tengah hari, aku, dia dan satu sepupuku satu mengendap-endap ke dapur yang letaknya benar - benar di belakang rumah tua itu.

Ya, rumah itu sudah benar-benar tua, sehingga entah mengapa bulu kudukku selalu merinding jika ke dapur yang sunyi senyap dan remang itu. Pada siang hari, ruangan dapur itu hanya akan mendapat cahaya sedikit dari bagian pompa air yang memang tidak dinaungi genteng
Apalagi, ditambah sensasi perasaan deg-degan karena apa yang bakal kita lakukan
Yak! di dapur itu, kita langsung menuju teko tempat air. Lalu menuang air ke dalam gelas kecil bening yang da di rak. Dan meminumnya.

Tidak habis memang, hanya seteguk - dua teguk tiap orang. Dan seringnya hanya aku dan dia yang minum. Sepupuku satu lagi itu biasanya kehilangan keberaniannya (atau dalam kata lain, mendapatkan kembali imannya) di detik terakhir.

Kami tidak sering melakukan itu. Biasanya hanya pada saat kumpul di rumah tua itu saja. Rumah tua itu rumah nenek-kakekku. Tapi ibunya dan dia tinggal disana karena berbagai hal. Dan akhirnya kami sekeluarga besar pun memaklumi dia dan ibunya untuk tinggal di sana.

Kembali ke 'mencuri minum' . biasanya jika kumpul-kumpulnya sedang ramai, maka yang mengendap-endap ke belakang jadi tambah ramai. Dan anehnya, kami tidak pernah ketahuan. Kami masih bisa melanjutkan puasa kami. Karena kami pikir, toh 'hanya' minum seteguk dua teguk saja.


Harry Potter dan Matilda.

Aku dan dia sama - sama pengila buku. Kami jenis pembaca yang membaca SEGALA. Pertama kali membaca Matilda dan Enid Blyton pun di rumahnya. Dan sebenarnya aku bersyukur, walaupun dulu kalau baca sesuatu itu statusnya numpang di teman atau di saudara. Tapi hasrat membacaku selalu terpenuhi.

Dan dialah yang mengenalkanku pada Harry Potter (secara kalau namanya numpang, pastilah ketinggalan info - info terbaru)
Dia yang bercerita siapa itu Harry Potter, ketegangan apa yang ada di hidup si Harry ini. Dan yang paling, PALING kuingat adalah tentang buku kedua. Dimana dia menceritakan secara detil, bagaimana si Harry ini patah tulang, disembuhkan seseorang yang sembrono hingga tulangnya hilang, lalu satu persatu tulangnya muncul dengan diiringi rasa sakit pada malam hari (dipikir-pikir, dia itu cocok sebagai story teller)

Lalu dia mengusahakan agar aku dipinjami buku Harry Potter itu dari tante nya yang bukan adik ibu ku -otomatis aku tidak dekat-
Di situ jiwa Potterku terbentuk.

Epilog :
Well, akhir-akhir ini di HBO Family sering lihat film Matilda. Sangat menyenangkan imajinasiku dulu pada Matilda mendapatkan sosoknya.

Besok puasa dan tadi malam gw udah nonton Harry Potter Deathly Hallows part 2. Sangat menyenangkan.... Sekaligus sedih.

Dia adalah sepupu gw paling deket, paling gw sayang. Kita ngabisin lebaran masa kecil bareng. Paling sering gw curhatin. Basically  gw orangnya pendiem dan jarang curhat ama orang. Tapi sama dia itu gw udah gak ada yang ditutupin lagi. Gw apa adanya. Dia tahu waktu gw jadian pas SMA. Dia tahu gebetan-gebetan gw. Jaman smp, kita sama-sama sebel sama nyokap kita masing-masing yang kita anggap cerewet -seperti layaknya abg- .
Pernah kabur ke mall berdua sampe semua orang ribut nyariin. Semua rahasia dia gw yang pegang dan sebaliknya, gw selalu minta dia nge-keep apa yang gak boleh sampe ke orang lain.
Memang semenjak gw lulus sekolah 2004an dan kerja di Karawang. agak sedikit lost contact sama dia. Dia pun sibuk kuliah dan gawe yang gw denger. Gak tau lagi storynya gimana.
Kalo ketemu pas lebaran pun, gw pikir gak ada yang berubah. Memang sih, dia jadi sering ngebanggain cowoknya. Dan mulai jarang pulang ke rumahnya. Tinggal di apartemen temennya katanya.
Sampai 2009, gak nyangka ngata-ngatain nyokap gw dan gw. Dibilang nyokap gw suruh buka jilbab lah.. dibilang gw gak laku lah. dll, dst.. Hanya gara-gara nyokap gw dan nyokapnya clash. Come on! udah ratusan kali mereka clash.. Masa hanya karena itu? Kita gak kontak-kontak lagi. dan puncaknya 2010 gw sampe nangis di kantor gara-gara baru sadar, dia nge-remove gw dari facebooknya. Disaat gw udah gak marah sama dia dan mencoba nenangin hati. Hati gw sakit. What's happen with her? Did she envy or what? Apa yag perlu diirikan ke gw? SEMUA dia udah tahu..

Dan seperti yang gw curhatin ke temen gw "gw bisa maafin dia. Tapi semua akan gw anggap kalo dia itu udah pindah ke luar negeri yang jauuuuuuuuuuuuuhhhhh banget. Dan sekarang posisi dia itu adalah layaknya sepupu gw yang lain, gak lebih. Never be the same again"

Well, waktu udah berlalu.. udah pertengahan 2011 juga ini..Tapi hidup gw selalu balik lagi ke kenangan kami : harpot, matilda, my girl, puasa, lebaran...etc..etc..

Anyway busway, mudah-mudahan puasa ini gw bisa lebih mendulang amal ibadah... AMIN..

No comments:

Post a Comment

Pages